Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Perlu direposisi kawasan Ex-PLG sebagai kawasan pangan berkelanjutan

In: Nasional

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong mengatakan, pemilihan eks pengembangan lahan gambut (PLG) sebagai basis pengembangan pangan didasarkan pada alur waktu historis dan perkembangan kebijakan yang terjadi. PLG sebelum melakukan reposisi.

“Sedikitnya 6 hal dalam reposisi merupakan aspek utama yaitu pembangunan wilayah, hutan, lahan gambut, SDM, teknologi dan tata kelola”, kata Alue Dohong dalam diskusi pengantar. Di bekas Pembangunan Lahan Gambut Kalimantan Tengah (PLG), digelar konferensi virtual pada Kamis (18/6) bertema “Membahas Perspektif Ilmiah untuk Pengembangan Ketahanan Pertahanan Berkelanjutan”. -Dalam diskusi yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut, beberapa narasumber dari Universitas Palangkaraya, Universitas Lampang Mankulat, Universitas Tanjung Pura dan Universitas Muravaman berbicara.

Salah satu tujuan konferensi ini adalah untuk mendapatkan kontribusi dari berbagai aspek keilmuan untuk mendukung pembangunan ketahanan pangan berkelanjutan di bekas negara PLG di Kalimantan Tengah.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan bahwa untuk mendukung pengembangan lahan pangan nasional di wilayah Eks PLG Kalimantan Tengah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan kajian cepat lingkungan strategis (KLHS).

Wakil Menteri Alue Dohong juga mengaitkan pengembangan pangan ini dengan Covid-19 dan ketahanan pangan. Insiden Covid-19 menyebabkan perubahan lanskap politik dan ekonomi serta terganggunya produksi dan distribusi pangan, yang menyebabkan kekurangan pangan.

“Negara lain telah mengubah kebijakan mereka sebelumnya dalam konteks pangan, seperti India, China, dan Vietnam.” Mereka cenderung memastikan makanannya sendiri terlebih dahulu. Oleh karena itu, pasokan juga harus ditingkatkan dengan cara meningkatkan produksi pangan, ”kata Aru Duhon. Cobalah bertukar pikiran atau refleksi untuk mendapatkan pendapat ahli. Gambut, hutan dan ekosistem, aspek lingkungan, gambut itu sendiri dan aspek sosial ekonomi.- — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkenalkan beberapa pembicara dari Universitas Palankaraya, Universitas Mankulat Lampang, Universitas Tanjung Pura dan Universitas Muravaman.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top