Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Komite Ketiga Dewan Perwakilan Rakyat meminta Kepolisian Nasional dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk menyelidiki penembakan OTK di Poso

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Chaerul Umam-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Arsul Sani, anggota Komite Ketiga dari Departemen PPP DPR, meminta Kepolisian Nasional untuk menyelidiki penembakan terhadap orang tak dikenal. Wilayah Poso di Sulawesi tengah.

Tujuan penembakan itu adalah untuk membunuh dua warga sipil, Syarifudin (37) dan Firman (18).

Baca: Jokowi di Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan- “Komite Ketiga Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia meminta Mabes Polri dan Divisi Propam Komnas HAM untuk terus menyelidiki pembunuhan Syarifudin dan Firman Keduanya adalah warga negara tersebut. Kabupaten Poso Pesisir Utara, “kata Arsul kepada wartawan, Kamis, 4 April 2020.

Assur meminta Kepala Kepolisian Nasional untuk memberikan perhatian khusus pada kematian dua warga Pozo.

Namun, untuk memastikan bahwa penyelidikan kasus juga dapat meyakinkan DPP dan publik, Azul juga meminta Komnas HAM untuk campur tangan dan melakukan penyelidikan terpisah. — “Setelah Bia, dua temuan datang dari kemungkinan untuk membandingkan hasil internal Kepolisian Nasional dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia,” kata Azul. —— “Saat ini, jika hanya investigasi yang dilakukan,” secara internal, bahkan jika hasilnya adalah fakta, publik sering tidak percaya. Sebenarnya, ini memang terjadi.

Wakil Presiden MPR juga percaya bahwa Kepala Polisi Nasional Idham Azis akan menangani masalah ini dengan serius untuk menjaga citra polisi yang baik – pada saat yang sama, ini untuk keadilan dan keluarga orang yang meninggal.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top