Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Politisi PKS mengatakan pemerintah lebih penting bagi pemberi pengaruh daripada penelitian vaksin

In: Nasional

Laporan wartawan Tribunnews.com Seno Tri Sulistiyono-Jakarta-Tribunnews.com Jakarta-Politisi PKS Mulyanto mengkritik pemerintah karena lebih memperhatikan influencer atau buzzer daripada penelitian yang menemukan virus corona atau vaksin Covid-19. -Hasil Mulyanto dengan ICW menunjukkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana hampir 1 triliun rupiah untuk menyebarkan kebijakan tersebut melalui layanan para “influencer”. 21/8/2020) .

Menurut dia, anggaran influencer sangat berbeda dengan dana yang dialokasikan untuk lembaga penelitian yang sedang berupaya menyiapkan vaksin virus corona senilai 5 miliar rupiah. Saat ini, masyarakat membutuhkan lebih dari sekedar vaksin, bukan hasil penelitian para peneliti, bukan gosip dari orang-orang berpengaruh. Katanya. Untuk membuktikannya, minat media streaming Drakor melonjak-Baca: Ahli epidemiologi meragukan keefektifan penemuan obat Covid-19 oleh tim peneliti Unair. Ini alasannya-baca : Penolakan Dana Gatot Nurmantyo, PKS: Kalau mau percaya, urusan dana harus transparan-oleh karena itu Mulyanto mengimbau pemerintah lebih serius mendorong departemen riset dan riset Konsorsium Riset Covid mengembangkan riset vaksin merah putih. Teknologi (Kemenristek) .

“Anggaran yang besar ini bisa lebih baik digunakan untuk penelitian vaksin. Ke depan, dalam memproduksi vaksin, pemerintah bisa menghemat triliunan rupee dari anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk kebutuhan. Dia menjelaskan. Vaksin dan alat kesehatan terkait penanganan Covid 19.

Dengan asumsi harga vaksin 170 juta dosis per dosis, harganya sekitar US $ 5-10. Ini perlu perhatian Presiden Yokowi, oleh karena itu kita tidak hanya harus menjadi pembeli, tapi juga mendorong Indonesia menjadi produsen.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top