Loading the content... Loading depends on your connection speed!

KPK menahan 5 tersangka dalam 14 kasus korupsi proyek fiksi Waskita Karya

In: Nasional

Laporan wartawan Tribunnews.com Ilham Rian Pratama

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 5 tersangka kasus korupsi dalam proyek virtual PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada 2009-2015 Tersangka. — “Untuk keperluan investigasi, Presiden KPK menangkap 5 tersangka dalam 20 hari pertama dari 23 Juli 2020 hingga 11 Agustus 2020,” Presiden KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers Gedung Merah Putih KPK Say, Jakarta, Kamis (23 Juli 2020).

Lima tersangka yang ditahan adalah mantan Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani (DS); Direktur Utama PT Waskita Beton Precast, Direktur Utama Jarot Subana (JS); dan Wakil Kepala Departemen II PT Waskita Karya Fakih Usman (FU).

Baca: KPK Tetapkan Mantan Direktur Jasa Marga sebagai Tersangka Kasus Korupsi Proyek Palsu-Lalu Mantan Ketua Departemen II (Kadiv) PT Waskita Karya (Fathor Rachman (FR)) Penanggung jawabnya, dan Yuly Ariandi Siregar (YAS), mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko PT Waskita Karya. — Fakih dan Yuly menahan Jaya Guntur, yang ditahan di Rutan Fathur Cabang KPK di Pomdam, di Rutan Cabang KPK di Gedung Merah Putih KPK, dan Desi ditahan di Rutan KPK Polri. Sedangkan Jarot ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur, Jakarta Selatan.

Para tahanan akan diisolasi terlebih dahulu untuk memperkirakan penyebaran Covid-19. — Baca: KPK Selain itu, KPK juga telah menyita aset milik tersangka berupa tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang. , Bekasi (Bekasi), Banten (Banten) dan Yogyakarta (Yogyakarta). – Firli mengatakan kelima tersangka tersebut diduga terlibat dalam dakwaan tindak pidana korupsi dalam proyek virtual yang dilakukan antara departemen tingkat II PT Waskita Karya antara tahun 2009 dan 2015. Skandal Surat Sakti Djoko Tjandra

Berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan, total kerugian yang ditimbulkan oleh pengerjaan proyek virtual tersebut mencapai Rp 2020 miliar.

Kami sampaikan bahwa Persero merugikan negara. Firli mengatakan: “Sekitar 20.200 crore rupee.-Tersangka diduga melanggar Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 (sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001) 1) atau Pasal 3 Korupsi terkait Pasal 55 (1) dan 65 (1) KUHP.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top