Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Luhut mensyaratkan tidak perlu khawatir dengan resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19, sehingga semua komponen harus kompak.

In: Nasional

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Bulan depan Indonesia diperkirakan akan memasuki resesi akibat pandemi Covid-19. Meski mengalami resesi ekonomi, Indonesia dipastikan tidak akan mengalami krisis ekonomi. -Namun, dia meminta penonton untuk tidak khawatir. Resesi bukanlah krisis ekonomi.

“Resesi itu teknis, sebenarnya tidak berbahaya dan aman. Karena resesi berarti pertumbuhan ekonomi kurang dari atau kurang dari 1 selama dua kuartal berturut-turut,” kata Mahfud. — Ekonomi kerakyatan Indonesia dapat bertahan dari resesi.

“Bagaimanapun resesi bukanlah krisis. Resesi berbeda dengan krisis. Karena kita memiliki sumber daya lokal di Indonesia, jika kita bisa memanfaatkan ekonomi kerakyatan, Mahfud mengatakan:“ Kehidupan ekonomi rakyat akan kembali normal, kemudian akan ada resesi. Yang pasti, ini tidak akan menimbulkan krisis.

Baca: Luhut: Jangan Khawatir, Resesi Bukan Akhir Segalanya – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2020 Kuncinya adalah persatuan, kerja sama, inovasi, dan optimisme. Kuartal ketiga akan mendekati 0%, atau bahkan lebih rendah di celah resesi, karena angka sebelumnya negatif 5,32%.

“Jangan khawatir, di trimester ketiga Ini akan menjadi angka negatif. Dia mengatakan bahwa kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mendekati 0% atau minus 0 poin (pertumbuhan ekonomi) nanti di kuartal ketiga.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top