Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Anggaran Kementerian Agama RI bukan milik pesantren

In: Nasional

Wartawan Jakarta-Tribunnews.com Vincentius Jyestha melaporkan Ketua Komite Kedelapan DPR RI Yandri Susanto mengkritik anggaran Kementerian Agama (Kemenag) karena tidak mendukung pondok pesantren (ponpes).

Yandri meneruskannya kepada Menteri Agama Fachrul Razi pada rapat kerja, Jumat (26/6/2020).

Yandri menuturkan sekitar 27.000 pesantren terkena Covid-nya sehingga 19 pandemi perlu mendapat perhatian khusus. Mereka kesulitan membayar listrik. Guru yang mengajar di pesantren, termasuk petugas kebersihan, semuanya menderita sekarang. Yang lain kesulitan karena tidak punya penghasilan, seperti yang diumumkan Jandri kepada Menteri Agama, Jumat (26/6/2020).

Baca: Yandri Susanto: Peningkatan Kontribusi BPJS Kesehatan Tidak Adil

Bacaan: Positif Corona (Korona) Walikota Solow, Umur 12 Tahun: Mungkin 15 Tahun ke Bawah Tidak Bisa Ke Pasar atau Pusat Perbelanjaan- — Politisi Pan (PAN) juga menaikkan status 5 juta santri terdampak pandemi karena menurutnya banyak pesantren yang menghentikan kegiatan belajar mengajar.

“Namun, tidak hanya pondok pesantren yang terpengaruh, tetapi santri, moral dan pembelajaran juga terpengaruh.” Fachrul dan kementeriannya menyesuaikan anggarannya. Mengingat jumlah pesantren yang sangat besar, pesantren saat ini sedang berjalan pada tahun 2020.

“Sesuai dengan kemampuan keuangan negara, kita memang harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada internasional. Hadiri konferensi di dalam negeri,” ujarnya.

“Mungkin selama ini anggaran kita belum banyak. Oleh karena itu, kami berharap pesantren memiliki jumlah penduduk yang banyak dan memasuki keadaan normal yang baru. Masih banyak permasalahan di bawah ini. Karena tidak ada masker, tidak ada desinfektan tangan, dan tidak ada biaya untuk rapid testing, saya harap Pak Menteri bisa menemukan solusi yang terbaik, ”ujarnya. .

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top