Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Inspektur Jenderal Napoleon menolak menerima suap. Penasehat hukum: hapus red notice Djoko Tjandra mulai 11 Juli 2014

In: Nasional

Laporan Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pengacara Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte Gunawan Raka mengatakan kliennya menolak menerima suap terkait pencabutan red notice Djoko Tjandra.

“Atas nama Napoleon, Jenderal Napoleon Bonaparte dengan tegas menyangkal bahwa Jenderal Napoleon Bonaparte tidak pernah menerima uang atau materi apapun, baik itu Tommy Sumardi maupun Brigjen Presetti Huo Utomo atau Dechoco Sandra, apalagi pihak lain, “kata Gunawan kepada Bareskrim Polda Metro Jaya, Kamis (27 Agustus 2020) malam .

Gunawan (Gunawan) juga menyatakan kliennya membantah telah mencabut red notice Djoko Tjandra saat menjadi Kepala Bagian Perawatan Mabes Polri.

Baca: Jaksa Agung Napoleon membantah polisi menyatakan kliennya mengaku menerima dana dari Djoko Tjandra-katanya red notice sudah dibatalkan Sekretariat Jenderal Interpol IPSG pada 11 Juli 2014. Di bawah kepemimpinan Jenderal Napoleon Bonaparte, Interpol RI tidak pernah mencabut red notice yang dikeluarkan atas nama Djoko S Tjandra. Sejak red notice sudah dicabut dari Sekretariat Jenderal Interpol IPSG di Lyon, Prancis sejak 11 Juli 2014, “ungkapnya .

– Baca: Inspektur Jenderal Napelon Bonaparte membantah mengetahui tentang Tang Mi Sumardi-Katanya: “Yang sebenarnya terjadi adalah hilangnya nama Djoko S Tjandra di DPO Dinas Imigrasi, yang dicatat oleh SIKIM, di luar kendali adik Napoleon atau BCN Republik Indonesia,” katanya.- – “Untuk masuk dan keluarnya Djoko Tjandra di Malaysia dan melintasi perbatasan, ini tidak terkait dengan data imigrasi. Yang ada, nama Djoko S Tjandra sudah dicabut dari daftar imigrasi DPO SIKIM. Tidak ada apapun yang dia nyatakan “berhubungan dengan Jenderal Napoleon Bonaparte”. -Membaca: Djoko Tjandra mengaku membayar uang kepada Jaksa Agung Napoleon dan Brigjen Prasetticho – diberitakan sebelumnya, mantan Kapolri Hubint, Inspektur Jenderal Polri, dan Napoleon Bona Brigjen Prasetticho Utomo mengaku menerima sejumlah uang untuk membantu membatalkan masalah yang dikeluarkan Djoko Tjandra saat Djoko Tjandra masih mencalonkan diri untuk Interpol. “Pemberitahuan Merah”.

Pengakuan ini muncul setelah Bareskrim Polri Cabang Tindak Pidana Korupsi menetapkan mereka sebagai tersangka di Bareskrim Polri di Jakarta, Selasa (25/8/2020).

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top