Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Pengadilan Negeri Bandung terbukti mencemari Sungai Taron Barat, dan Pengadilan Negeri Bandung memerintahkan Perusahaan Percetakan Berwarna Indonesia untuk membayar ganti rugi 5,6 miliar rupiah.

In: Nasional

Laporan wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta-Bel Bandung menemukan bahwa United Color Indonesia (PT UCI) mencemari Sungai Chitarum pada Selasa (22/9/2020). (Sungai Citarum), PT UCI tidak pernah mengikuti persidangan, namun sesuai persyaratan persidangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), diperintahkan membayar ganti rugi materi sebesar Rp 5,6 miliar. Perusahaan lain, ”kata Rasio Ridho Sani, General Manager KLHK, Jakarta, Kuala Lumpur (Gakkum), Rabu (23/9/2020) – General Manager Roy dalam keterangannya menyatakan keputusan ini berdasarkan gugatan KLHK karena PT UCI Dan Pengelolaan Limbah B3 Tidak Serius Baca: Ditetapkan Tersangka Pencemaran Nama Baik, Kuasa Hukum Lia Ladysta Syok, Adalah Manusia-PT UCI Terbukti Mencemari Lingkungan di Pabriknya di Jl. Himasi, Jawa Barat Nanjung Cibodas dari Cimahi Selatan, Cimahi Selatan .

Majelis hakim PN Bale Bandung memutuskan perkara tersebut tanpa kehadiran PT UCI, secara hukum mengingat PT UCI telah dipanggil dengan benar tetapi tidak ada (versi PT UCI. Putusan) Roy mengatakan: “Penerapan undang-undang terhadap perusahaan pencemar di Cekungan Citarum merupakan komitmen KLHK untuk memenuhi komitmen Citarum Harum.

Selain menggugat PT UCI, KLHK terus mencemari tiga pabrik tekstil lainnya. DAS Citarum yaitu PT Kawi Mekar, PT How You Indonesia dan PT Industri Tekstil Kamarga Kurnia.

Baca: Perangi Sampah Plastik, Pemerintah Komitmen Perbaiki Citra Sungai Citarum

Baca: 150 Tanggul Sungai Citarum di Muaragembong Roboh, Arus Utama Keluarganya Digusur

Luo Roy mengatakan, PN Negeri Bale Bandung mengakhiri PT Kawi Mekar dengan aksi damai (aksi van dading).

Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan bagaimana PT Indonesia harus membayar kompensasi Rp 12 miliar.

Pada saat yang sama, Pengadilan Tinggi Bandung memutuskan bahwa PT Perusahaan Industri Tekstil Kamarga Kurnia harus membayar ganti rugi sebesar Rp 4,2 miliar.

“Meski pencemaran berlangsung lama, kami akan terus melakukan tindakan.“ Dengan dukungan para ahli dan teknologi, jejak dan bukti pencemaran masa lalu telah terlacak, ”kata direktur pelaksana Gakum. Roy berkata, Pencemaran lingkungan adalah kejahatan khusus karena secara langsung mempengaruhi kesehatan masyarakat, ekonomi dan kerusakan besar pada ekosistem. Roy berkata: “Ditjen Gakkum tidak akan berhenti dan tidak akan menyeret para pencemar. “

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top