Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Ketua Panitia Kesepuluh meminta KPAI menyampaikan detail masalah PPDB kepada pihaknya

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Vincentius Jyestha melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Komisi Kesejahteraan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan, pengaduan pihaknya terhadap penerapan aplikasi penerimaan siswa baru (PPDB) akan meningkat pada tahun ini atau 2020. — Sehubungan dengan hal tersebut, Abdul Fikri Faqih, Wakil Ketua Komite X DPR RI, meminta KPAI untuk menyampaikan semua detail masalah pendidikan kepada Komite X DPR RI, tidak hanya PPDB. Hanya PPDB, lalu serahkan secara detail ke Komite X DPR RI dengan kewenangan pengawasan, ”kata Abdul, dihubungi Tribunnews.com, Kamis (6/8/2020).

Baca: KPAI mewajibkan pemerintah mengevaluasi pelaksanaan pelaksanaan Sistem partisi PPDB — Dengan begitu, konten yang disampaikan KPAI bisa menjadi dokumen resmi pemerintah, yang tidak dipertimbangkan oleh pemerintah, bisa dikenai sanksi sesuai dengan fungsi inheren politikus DPR-PKS, katanya, jika KPAI memegang Datanya yang valid sangat bermanfaat untuk meningkatkan dan memajukan pendidikan, terutama pada saat terjadi pandemi Kovid. -19.- — “Oleh karena itu, sebaiknya semua pemangku kepentingan pendidikan menjaga kebutuhan dasar pemerintah dan pemerintah daerah. Izin wajib. ”

Baca: KPAI: 89% pengaduan PPDB tahun 2020 berasal dari DKI Jakarta

Selain itu, Abdu menyatakan KPAI dapat mengajukan proses peradilan. Itu dianggap bermasalah.

“Jika peraturan (seperti Permendikbud 44/2019) dianggap bermasalah dengan peraturan perundang-undangan di atas, atau merugikan kepentingan umum, KPAI atau kelompok masyarakat lainnya dapat mengajukan banding ke Mahkamah Agung, Katanya. Sebelumnya, dikabarkan Komisi Kesejahteraan Sosial Anak Indonesia (KPAI) tahun ini banyak mendapat keluhan soal pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PPDB).

Baca: KPAI Serukan Pemerintah Wujudkan Pemerataan Mutu Sekolah untuk Sistem Kabupaten

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top