Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Polri mengorganisir 98 peserta untuk mengikuti demo hak menciptakan lapangan kerja, termasuk mahasiswa, mahasiswa, dan ibu rumah tangga

In: Nasional

Laporan Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Polri menangkap 5.918 pengunjuk rasa karena menolak undang-undang yang komprehensif dari Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja Seluruh Indonesia. (Kamis, 10 Agustus 2020). Hanya 98 orang yang ditangkap. Penyelidikan.

“Dari 169 orang, 98 ditangkap karena” ancaman pidana berlangsung lebih dari lima tahun. Sementara 71 orang lainnya tidak ditahan karena ancamannya setahun. Mereka tidak ditahan dua tahun lalu tapi masih mendapat perawatan, “kata Argo ke Mabes Polri.

Baca juga: UU Cipta Kerja, yang mana Penjelasan rinci Apindo soal upah minimum-lebih spesifiknya, polisi menangkap 32 orang di Sumut, 6 polisi di Sumsel, 4 polisi di Lampang Polda, dan 1 Polda Metro Jaya di Banten. 28 orang ditahan, 4 orang ditahan di Provinsi Polda Jawa Barat, 5 orang di Provinsi Polda Jawa Tengah, 4 orang di Provinsi Jawa Timur, dan 4 orang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). – Selain itu, polisi Provinsi Kalimantan Barat juga Dua orang ditahan, Polres Kalimantan Selatan ditahan satu, Polres Sulawesi Selatan enam ditahan, dan Provinsi Pola Sulawesi Tengah menahan satu.

Lihat juga: Keuangan Menteri: Tujuan Undang-Undang Penciptaan Ketenagakerjaan adalah untuk mengeluarkan Indonesia dari perangkap pendapatan menengah-pengunjuk rasa Argo mengatakan dia menjelaskan: “Yang ditahan adalah mahasiswa, mahasiswa, pekerja, ibu rumah tangga yang menganggur. Dia menjelaskan: “Ada juga ibu rumah tangga yang ditahan di Sumatera Utara. Lihat juga: Ketua KSPI memastikan bahwa sumber berita hukum penciptaan lapangan kerja bukan scam: kami punya bukti — Selain itu, Argo menambahkan, pihaknya harus memastikan menolak untuk menangguhkan penahanan penulis.

Semuanya Akan ditangani sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Dia berkata:” Sesuai perintah undang-undang, Kapolri Jenderal Idam Azis telah memerintahkan penulis untuk ditangani, tetapi dia tidak akan ditunda dan kemudian ditahan. “

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top