Loading the content... Loading depends on your connection speed!

MUI: Pengesahan aturan yang diperlukan untuk jumlah jemaah dalam kegiatan haji selama standar baru

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Vincentius Jyestha lapor-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan kegiatan keagamaan di tempat ibadah selama periode normal baru. -Dalam hal ini, Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal Majelis Ulima Indonesia (Sekjen MUI), mengakui penerbitan surat edaran merupakan kriteria terbuka. Tribunnews.com menghubungi Anwar pada Minggu (31/5/2020).

Lebih lanjut, kata Anwar, regulasi terkait kegiatan di rumah ibadah masih diperlukan. Ini seperti menghitung jumlah orang yang berjamaah.

Misal, dia mengatakan bahwa saat shalat Jumat, jumlah jamaah akan bertambah. Karena jarak fisik, jemaah tertentu harus mencari tempat lain untuk sholat Jum’at untuk membuat masjid tidak puas.

“Untuk menghindari keterasingan fisik, kita perlu menghitung dia dan berkata:” Jika ibadah diadakan pada hari Jumat, akan ada kira-kira jumlah jamaah. Jika ada jarak fisik, apa kerugiannya. -Baca: Dukung Industri Dalam Negeri, Pertamina tanda tangani 318 BBTUD penjualan gas- “Jika ruang masjid yang ada penuh atau bahkan bengkak, pengurus masjid dan / atau masyarakat harus melaksanakan salat Jumat di tempat lain. Bisa di musala yang ada di sekitar masjid atau di ruang rapat sekolah, dan lain sebagainya, ”imbuh Anwar. -Anwar mengatakan aturan ini penting agar jamaah bisa melaksanakan salat Jum’at dengan tenang, namun dia mencontohkan Ini hanya sementara .— “Agar jemaah bisa shalat Jumat dengan damai. Ini sementara. Saat hidup normal, jemaah akan kembali ke masjid asli atau masjid induk, ”ujarnya.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top