Loading the content... Loading depends on your connection speed!

UNJ berencana memberikan gelar kehormatan kepada Wakil Presiden Marouf yang ditolak oleh Serikat Pembicara

In: Nasional

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Rencana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menganugerahkan gelar kehormatan kepada Wakil Presiden Maruf Amin dan Menteri BUMN Erick Thohir ditolak. Ditolak dari Liga Pembicara UNJ. Mendesak UNJ membatalkan rencana pemberian gelar kehormatan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Menteri BUMN Erick Thohir. Mereka yang berkuasa dan pejabat publik berisiko mengancam kebebasan dan otonomi universitas. -Universitas.

“Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pemberian gelar kehormatan tidak memberikan kontribusi positif apapun bagi perkembangan ilmu dan aparatur kampus. Praktik pemberian gelar kehormatan pada hakikatnya bersifat politis dan transaksional.” Ubedilah Badrun juru bicara AJ Union Demikian disampaikan dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2020).

Ubedillah menyampaikan bahwa nasihat kepada pejabat negara yang telah menganugerahkan gelar doktor Honoris Causa juga tidak kondusif bagi upaya pemulihan nama baik institusi UNU. Setelah beberapa kejadian yang melemahkan kehormatan kampus, institusi tersebut berkali-kali mendapat perhatian negatif. Ia melanjutkan: “Kepala sekolah memberikan THR kepada pejabat Kemendikbud,” lanjutnya.

Penyelidikan kasus dugaan THR yang melibatkan Perdana Menteri UNJ memang dihentikan oleh polisi. Cari tahu apakah ada pelanggaran administratif Menteri Kehakiman PBB.

Bacaan: Wapres memastikan proses sertifikasi halal tidak mempengaruhi kecepatan produksi dan distribusi vaksin Covid-19-19

Bacaan: Erick Thohir: Harga vaksin Covid-19 tidak ditentukan pemerintah Memutuskan- “Oleh karena itu, pemberian gelar Doctor Honoris Causa dalam situasi seperti ini kemungkinan besar akan menimbulkan konflik kepentingan dan dapat mengakibatkan penyalahgunaan kekuasaan,” ujarnya.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top