Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Lukman Edy: “The New Normal” adalah peluang untuk menghidupkan kembali perekonomian nasional

In: Nasional

Laporan reporter Tribunnews.com Seno Tri Sulistiyono-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Sejak pandemi Covid-19, masyarakat Indonesia harus segera meninggalkan tatanan kehidupan yang stagnan selama blokade dan PSBB. -Mulai bulan Maret, kehidupan masyarakat didorong untuk bekerja di rumah (FMH), diikuti dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). -Saat ini, Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) telah menyampaikan pidato politik revolusioner penanganan Covid-19 yang merupakan “new normal order” atau biasa dikenal dengan “new normal”.

Baca: Bersih, sehat dan aman sudah menjadi wisata budaya baru dan ekonomi kreatif

HM Lukman Edy, Ketua Panitia Ahli Ikatan Maju Indonesia (IMI), tak hanya mendukung eksistensi normal baru, tapi yang lebih penting Ya, c adalah kesempatan untuk berdiri dan keluar dari masalah. Pelemahan ekonomi dalam dua bulan terakhir.

Baca: Sri Mulyani Bantah Pemerintah Anggap Ekonomi Mendahului Kesehatan: Keduanya Penting-Ia Mengatakan Di Masa Normal Baru, Ia Berharap Perekonomian Masyarakat Bisa Dipulihkan. Oleh karena itu, momentum pembukaan normal baru harus dilihat sebagai momentum positif. Normal akan membuka jalan bagi kelangsungan hidup masyarakat dan menyelamatkan nyawa, terutama bagi masyarakat yang kurang beruntung yang paling terdampak pandemi Covid-19. -Membaca: RS Wisma Atlet saat ini merawat 659 pasien, 626 pasien positif Covid-19 dan 33 pasien berstatus PDP-karena jika dibiarkan dapat mengakibatkan bangkrutnya perekonomian nasional, yang dapat mengancam nyawa. Kelangsungan hidup negara. Dia menekankan. “Ini memang untuk menyelamatkan perekonomian negara.” Dengan adanya kebijakan normal baru ini, cabang APBN mulai dibuka, kemudian secara bertahap ekonomi kerakyatan akan bangkit secara bertahap. Di bawah kondisi normal baru ini, sektor konsumen juga secara otomatis pulih. Dia menjelaskan bahwa itu tumbuh lagi.

Ceroboh dan sewenang-wenang, tetapi harus tetap menerapkan prosedur kesehatan dan jarak fisik yang dijelaskan oleh pemerintah, serta harus mengikuti pengawasan dan pelaksanaan yang ketat. Lebih besar di bawah normal baru. Dia berkata.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top