Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Elit partai yang dianggap non-tentara, tapi bungkam soal pembakaran bendera PDIP

In: Nasional

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Kontroversi Undang-Undang Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang diwarnai dengan pembakaran bendera PDI Perjuangan (PDIP) membuktikan buruknya pendidikan politik, persatuan, dan kesadaran moral di kalangan parlementer. Lebih banyak dominasi Inilah sifat politik, yaitu mempolitisasi untuk keuntungan Anda sendiri.

Ngatawi Al-Zastrouw, budayawan Nahdlatul Ulama (NU), mengatakan tidak ada tanggapan. Dari parpol hingga pembakaran bendera PDIP. Dan membuktikan bahwa hubungan kedua belah pihak sangat penting.

“Apa artinya membela para demonstran yang menghina parpol lain yang melambangkannya? Kata simpati dan simpati yang sederhana pun tidak datang dari pihak lain.” Senin (6/7/2020) .

Baca: Tentang Polisi Bakar Bendera PDI: Polisi akan lakukan penyidikan profesional-Ngatawi menjelaskan bahwa, sebenarnya, partai politik terus goyah dengan harapan membuat demokrasi Indonesia semakin individualistis. Ini bukan tidak mungkin di masa depan, dan preseden pelecehan sistem politik negara dapat terulang kembali.

Jika pengunjuk rasa bisa membakar bendera PDIP saat itu, lain kali akan membakarnya. Tandai karena dianggap dekat dengan organisasi terlarang. – “Misalnya tanda PKS bisa dibakar karena dianggap dekat dengan HTI sebagai organisasi ilegal, dan dianggap membahayakan Pancasila,” kata Ngatawi.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top