Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Baru dalam dua tahap, Bawaslu menemukan ribuan dugaan pelanggaran Pilkada 2020

In: Nasional

Laporan wartawan tribunnews.com Danang Triatmojo

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Per 12 Agustus 2020, Bawaslu RI mengklaim telah menemukan 904 dugaan pelanggaran Pemilu di Pirkada pada 2020, dan menerima 194 kasus. Laporan. – Mengingat Pilkada 2020 baru memasuki dua tahap setelah ditunda, angka ini sangat besar .

Kedua tahap tersebut adalah tahap verifikasi fakta dukungan calon perseorangan, serta docking dan penelitian persiapan pemilu Tahap Scrolling .

Baca: Di Pirkada 2020, Bawasru Akan Awasi Calon Dinasti Saat Ini dan Politik

Baca: Keruntuhan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19, Bawasru Khawatirkan Pirkada Kebijakan moneter pada tahun 2020- “Kami menemukan 904 kasus dan 194 laporan. Perlu ditekankan bahwa kami hanya dapat mengambil dua langkah setelah penundaan,” kata Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo, Kamis (27/8). 2020) dalam diskusi virtual. — Secara detail, ada 242 pengurus yang telah melanggar ketentuan terkait proses pengumuman seleksi. Administrasi sementara tidak memenuhi ketentuan.

Kemudian terdapat 57 pelanggaran kode etik, dan ditemukan bahwa PPS / PPK memberikan dukungan kepada calon kepala daerah. Ada 14 kejahatan pemilu karena memberikan dukungan palsu bagi calon individu.

Selain itu, 528 pelanggaran Undang-Undang Instrumen Sipil memberikan dukungan politik melalui media sosial dan menjalin kontak atau pendaftaran dengan partai politik. — Sisa 260 kasus dinyatakan non-pelanggaran. Sebagai catatan, satu laporan menghasilkan lebih dari satu rekomendasi.

Berhubung proses Pirkada pada 2020 masih cukup panjang, Bawasluo mengkhawatirkan hasil investigasi kasus ini. -Devi berharap tahapan Pilkada yang belum tuntas, seperti tahap pencalonan, tahap pemilihan, agar pencoblosan dan penghitungan suara tidak menambah dakwaan pelanggaran pemilu.

“Kita belum mencapai tahap pencalonan, tahap kampanye, tahap penghitungan, jadi kita harus tetap waspada,” kata Devi.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top