Loading the content... Loading depends on your connection speed!

KPK menjelaskan struktur kasus pertemuan dengan Presiden DPRD Muara Enim

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com Ilham Rian Pratama

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Komisi Independen Anti Korupsi (KPK) menunjuk dua tersangka untuk pengembangan kasus korupsi terkait dengan proyek di kantor PUPR Kabupaten Muara Enim pada tahun 2019. – Dua tersangka adalah ketua Muara Enim Aries HB DPRD dan penjabat ketua PUPR Ramlan Suryadi dari Kabupaten Muara Enim.

Identifikasi kedua tersangka tersebut adalah pengembangan sebuah kasus yang menjebak bupati non-aktif Muara Enim Ahmad Yani; Departemen PUPR Kabupaten Muara Enim Pengembangan jalan dan layanan jalan Elfin Muhtar Manajer PPK, dan pemilik PT Enra Sari Robi Okta Fahlefi.

Baca: KPK menetapkan ketua DPRD Muara Enim sebagai tersangka dalam kasus Ahmad Yani

Baca: Pemerintah akan membuat tes reagen PCR Corona sendiri untuk itu

Wakil Presiden KPK Alexander Marwata menjelaskan Katakanlah, hal ini dimulai pada awal 2019.

Pada saat itu, Muara Enim, pemerintah daerah PUPR, membeli tahun keuangan teknik fisik dalam bentuk konstruksi pada tahun 2019.

Baca: Tim jurnalis Tribunnews memenangkan gelar Mobile Legends di kejuaraan esports

Selain suap Ahmad Yani sebesar SGD 35.000, Robi Okta Fahlefi akan memberikan pihak lain ke proyek dengan biaya komitmen 5% dari total nilai proyek sehingga mereka dapat terlibat dalam proyek-proyek ini.

Baca: Andre Taulany dan Raffi Ahmad Patungan Tawar Oplet Si Doel, Rano Karno: Lezat Ups Kaga akan dijual

Robi diduga menyuap Aries HB Rs 30,31 crore (Mei 2019) Bulan hingga Agustus).

“Hadiah ini akan menjadi biaya yang dijanjikan dibayar oleh ROF [Robi Okta Fahlefi] untuk 16 paket kerja selama masa pemerintahan Muara Enim,” kata Alex. Pada saat yang sama, dilaporkan bahwa Ramlan Suryadi telah menerima suap dari Robi sebesar INR 111,5 miliar.

Selain itu, Robi juga dicurigai menyumbangkan ponsel merek Samsung Note 10 untuk Ramlan antara Desember 2018 dan September 2019.

— [Hadiah itu terletak di Citra Grand City Cluster Sommerset dan Rumah Sakit [Ramlan Suryad]), “Alex.

Katanya dicurigai melakukan kejahatan. Jika dia melakukannya, Aries dan Ramran akan melanggar 1999 Pasal 12A atau Pasal 11 UU No. 31, yang diamandemen oleh UU No. 20 tahun 2001, tentang pemberantasan Pasal 1 Paragraf 55 KUHP Paragraf 64 (1) KUHP Juncto.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top