Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Terkait gosip Gus Dur, Alissa Wahid mengimbau aparat tidak mengintimidasi warga dan mencabut UU ITE.

In: Nasional

Koordinator jaringan nasional TRIBUNNEWS.COM-GUSDURian Jakarta Alissa Wahid memprotes posisi polisi Surat untuk klarifikasi. Orang-orang ini mengunggah obrolan Presiden Indonesia keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tentang polisi jujur ​​Indonesia. -Alissa meminta polisi untuk tidak melakukan ini. Mengintimidasi warganya. Terutama mereka yang menyampaikan pendapat dan orasi melalui media. 6/2020) .

Baca: Kasus Gosip Gus Dur, Azul Minta Kapolri Instruksikan Stafnya Bahwa Wewenang Tidak Mudah Digunakan

Baca: Lelucon Gus Dur di Antara 3 Polisi Jujur, Su Warga Pulau Ras Diinspeksi Polres setempat — baca: Politisi Gerindra ditangkap karena minta anak muda terbitkan gosip Gus Dur. Jangan ditanyai. Ariza tegaskan kebebasan berpendapat dan berekspresi adalah satu hal Hak konstitusional ini harus dilindungi oleh polisi. — Oleh karena itu, putri sulung Gus Dur itu menilai tidak pantas menggunakan Pasal 45 ayat (3) UU 19 Tahun 2016. Pasalnya, klausul fitnah hanya berlaku untuk urusan pribadi dan tidak ada hubungannya dengan institusi atau bahkan pemerintah.

“Meski kasus itu tidak ditangani karena Ismail bersedia meminta maaf, panggilan polisi Sula kepada Ismail masih dalam bentuk. Dia mengatakan:” Badan-badan negara mengancam warganya. Ia menambahkan, hal ini menambah biaya upaya penggunaan UU ITE sebagai sarana untuk membungkam kebebasan berpikir dan berbicara di Indonesia. Dengan mengingat hal ini, Alissa yang mewakili jaringan GUSDURian menyerukan evaluasi bahkan penghapusan UU ITE.

“Mohon diundangkan. Pihak berwenang mengevaluasi, mengubah dan / atau mencabut undang-undang ITE, yang sering disalahgunakan untuk membungkam opini dan ekspresi orang Indonesia. Di sisi lain, Alissa juga memuji Ismail Ahmad yang mempraktikkannya dengan mengutarakan dan mengutarakan pendapatnya di platform media sosial. Hak konstitusional warga negara. – Juga mengajak segenap warga GUSDURian untuk mendukung suasana demokrasi yang sehat di Indonesia dengan membuka ruang kritik di masa depan. – “Seluruh Gusdur dan masyarakat Indonesia diajak untuk terus mendukung suasana demokrasi yang sehat, di antaranya Salah satunya adalah terus membuka ruang untuk kritik yang membangun tanpa merasa terancam. , “Dia berkata.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top