Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Komite Kesembilan meminta pemerintah merumuskan aturan yang komprehensif untuk melindungi ABK Indonesia

In: Nasional

Reporter Tribunnews.com melaporkan, Reza Deni-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Netty Prasetiyani, anggota Panitia Kesembilan DPR RI, mengatakan selama ini ABK Indonesia di luar negeri belum mendapat perlindungan hukum tertinggi. — Aturan saat ini adalah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Navigasi dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Peraturan ini hanya menyangkut perlindungan awak kapal di rumah dan bersifat parsial. Padahal, sudah banyak kasus pelanggaran HAM di luar negeri, “kata Netty dalam keterangan yang diterima, Jumat (29 Mei 2020). Baca: Kerusuhan semakin meluas, dan Konsulat Chicago mengimbau WNI waspada, Dan laporkan apakah mereka membutuhkan bantuan – baca: lebih dari 49 orang, total 157 WNI di Malaysia terpapar Covid-19 – oleh karena itu, politisi PKS menyerukan kepada pemerintah untuk memberlakukan aturan hukum yang komprehensif dan memberi mereka perlindungan di dalam dan luar negeri. Pelaut Indonesia.

Hingga saat ini, Netty terus menerapkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan TKI. Belum ada peraturan pemerintah (sebagai aturan turunan) untuk melindungi kedua IKM yang bekerja di darat, laut, dan udara.

“Melihat banyaknya kasus yang terjadi, pemerintah harus waspada dan bertindak cepat untuk mengatasi masalah di masa depan,” pungkasnya

senada dengan kata awak kapal Indonesia (ABK) Indonesia kepada BBC News, dia Perlakuan diterima selama bekerja di kapal berbendera Tiongkok.

Baca: Lebih dari 70.000 WNI yang pulang dari Malaysia, sebagian besar melalui pelayaran laut – Ia dan kawan-kawan Indonesia lainnya mengaku pernah mengalami apa yang disebutnya “budak” di kapal selama enam bulan Selain “perbudakan”, ada juga kasus di mana seorang ABK Indonesia, Herdianto, dibunuh dan diangkut oleh kapal bernama Luqing Yuan Yu 623 yang mengibarkan bendera Tiongkok ke Laut Somalia.

Satu Seorang ABK Indonesia bekerja di kapal penangkap ikan milik perusahaan China, meninggal di Pakistan pada Jumat (22/5/2020) karena hernia Anda.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top