Loading the content... Loading depends on your connection speed!

37 perusahaan di kawasan berikat memperoleh izin pabean untuk memproduksi masker dan alat pelindung diri

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Di kawasan berikat di bawah pengawasan bea cukai di Jawa Tengah dan Yogyakarta, tidak kurang dari 37 perusahaan siap memproduksi masker dan alat pelindung diri (APD) untuk ikut serta dalam penyediaan perlengkapan yang diperlukan. Mencegah dan mengendalikan virus corona (Covid). -19).

Pekerjaan persiapan produksi semacam ini mengikuti kebijakan pemerintah melalui bea cukai dan pajak konsumsi untuk melonggarkan izin produksi perusahaan di daerah pabean. Sekarang izinkan dan dorong perusahaan yang sebelumnya hanya dapat memproduksi jenis barang yang tercantum dalam kegiatan atau izin utama mereka, sehingga mereka dapat memproduksi peralatan yang diperlukan untuk mencegah dan mengelola epidemi. . -Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah DIY, mengatakan dalam situasi pandemi ini, pasokan hand sanitizer, masker, dan alat pelindung diri (APD) menjadi langka dan mahal, meski kebutuhan mendesak untuk pembelian dalam jumlah besar seperti Covid Epidemi -19 terus menyebar. “Pemerintah telah merumuskan sejumlah kebijakan melalui bea cukai dan pajak konsumsi, termasuk mendorong dan memberikan izin kontraktor kawasan perdagangan bebas untuk memproduksi peralatan yang diperlukan. Padmoyo mengatakan hal itu untuk memastikan ketersediaan peralatan yang diperlukan guna mencegah dan mengendalikan Covid-19, khususnya di China. Wilayah Jawa dan Yogyakarta. Kebijakan yang cepat dan tepat. DIY Jawa Tengah Bea Cukai membebaskan bea masuk dan pajak saat mengimpor peralatan. Hanya sedikit orang yang menggunakan fasilitas ini melalui Jawa Tengah dan DIY.

Selama ini hanya Impor 20.000 masker dan 147 set APD medical grade.Namun, saat ini 37 perusahaan di Jawa Tengah dan DIY penerima fasilitas kawasan berikat siap memproduksi masker dan APD. Perusahaan-perusahaan tersebut juga senang berpartisipasi. Perusahaan bisa lolos skorsing Dalam bentuk tarif impor, tidak perlu mengenakan pajak impor atas bahan baku yang diimpor. Jika produknya diekspor ke luar negeri, perusahaan tidak perlu melunasi hutang terlebih dahulu. Hal ini untuk mendorong investasi dan ekspor.

“Soal apakah produknya ada di pasar dalam negeri. Untuk penjualan harus membayar bea masuk dan pajak yang masih terutang sebelumnya. Namun, penjualan masker dan alat pelindung diri dalam negeri untuk tujuan sosial sebagai bagian dari pencegahan dan pemberantasan pandemi Covid-19, dan bukan untuk tujuan komersial, dapat dibebaskan dari bea masuk dan pajak yang harus dibayar, dan dibebaskan dari izin sistem perdagangan impor atau Pajak, “pungkas Amin. (*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top