Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Pabean gagal mengedarkan rokok secara ilegal di bus AKAP dan mengirimkan barang dari Jawa Tengah

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Seolah tak pernah kekurangan hikmah, ada banyak cara mengirim rokok ilegal untuk mempermudah bisnisnya. Setelah aparat menggagalkan beberapa upaya truk sebelumnya, kini mereka mencoba menggunakan mobil penumpang berupa Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Tujuh bungkus rokok ilegal yang diangkut bus di Pati-Pekanbaru senilai puluhan juta rupiah, disimpan petugas bea cukai di Jawa DIY Center pada pukul 19.00 WIB pada Senin, 20 April. WIB, di Jalan Kaligawe Raya. Kota Semarang, Jawa Tengah-Mochi Jawa Tengah Pabean Penegakan Hukum dan Penyidikan Kabupaten DIY. Arif Setijo Nugroho menjelaskan urutan kronologis peristiwa dan cara penggunaannya.

“Dari informasi yang kami terima, ada dugaan rokok ilegal di bus AKAP dengan ciri-ciri tertentu. Bus tersebut akan diberangkatkan dari Patty menuju Pekanbaru, Sumatera. Kemudian, kami langsung menggeledah Untuk mengetahui lokasi kendaraan. Setelah sekian lama akhirnya petugas berhasil melakukan tindakan, ”kata Arif yang kemudian menambahkan cara yang digunakan relatif baru.

“Pengirim menggunakan kertas pembungkus ilegal untuk mengemas rokok ilegal. Kali ini, rokok tersebut dikemas dalam kotak kardus segi delapan atau segi delapan dan diberi tahu bahwa ada bingkai. Bergantung pada bentuknya, mungkin terdapat bingkai. Dengan Java Berbeda dengan pengiriman reguler lainnya, pengiriman selalu dalam jumlah kecil, ”ujarnya. Nilai rokok tersebut diperkirakan mencapai Rp.81.192.000,00, sehingga potensi kerugian negara sebesar Rp.47.228.272,00.

Saat ini barang hasil gugatan tersebut dapat diproses lebih lanjut dari DJBC Jawa Tengah DIY. Pada saat yang sama, berdasarkan pengakuan sementara sopir bus dengan inisial huruf S, diketahui bahwa pengirim memberitahukan bahwa ada bingkai di dalam paket tersebut. Rencananya paket tersebut akan dibawa ke Pekanbaru dengan harga Rp 150.000 per paket. S mengaku belum mengetahui isi paket yang sebenarnya dan mengaku senang menerima uang jaminan tersebut karena jumlah penumpang saat ini semakin berkurang. sama. Petugas bea cukai Kudus berhasil menghentikan peredaran rokok ilegal pada Selasa 21/04 yang seharusnya dihentikan saat mereka tiba. Cukai Kudus mengetahui dari masyarakat bahwa seseorang menggunakan mobil untuk mengangkut rokok ilegal dari Jepara. Berdasarkan informasi ini, polisi segera pergi ke lokasi kejadian untuk mencari dan mencari lokasi. Gatot berkata: “Setelah beberapa saat, konvoi tersebut melihat mobil tersebut dan menindaklanjutinya hingga berhenti di dispatch service.”

Setelah ada penumpang yang membongkar muatan, konvoi tersebut langsung mengecek orang tersebut . Dan mobil. Penerbitan tanpa pajak konsumsi. Rokok ini harus diikat setelah diproduksi dan siap dipasarkan. Stempel pajak konsumsi merupakan bukti pajak konsumsi, karena rokok merupakan komoditas pajak konsumsi.

Rokok ilegal dikemas dalam beberapa karton. The Saint Customs memiliki total 96.000 batang rokok. “Estimasi nilai komoditas semua rokok ilegal adalah 97.920.000 rupiah. Dan potensi kerugian negara yang selama ini diawetkan Rp 56.958.720,00. Barang bukti berupa rokok ilegal., Digunakan untuk mengangkut pelaku AMA (33) dan MI (33) ke Kudus. Kantor bea cukai lebih banyak melakukan pemeriksaan keamanan dan pemeriksaan mobil, “tambah Gatot. Penerbitan rokok ilegal tidak hanya merugikan negara tetapi juga masyarakat, terutama dalam pandemi ini.Anggaran yang besar telah ditunda untuk mencegah dan mengendalikan epidemi ini, namun para pelaku kejahatan rokok ilegal sebenarnya memanfaatkan situasi ini dan mencari keuntungan pribadi dengan mencuri hak-hak negara dan masyarakat. (*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top