Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Waspada Covid-19, bea cukai terus mengintervensi di berbagai daerah

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Selama wabah virus corona atau Covid-19, banyak organisasi yang mewajibkan bekerja dari rumah (WFH) atau bekerja dari rumah. Namun, hal ini tidak menurunkan kinerja bea cukai dengan menghentikan penyelundupan barang konsumsi secara ilegal.

Jumat (20/3), petugas bea cukai Pantoluan berhasil mendapatkan sebanyak 720.000 produk tembakau tanpa barang konsumsi atau aktivitas ilegal.Petugas bea cukai Palu menggerebek Paluga ( Tatanga, dua shelter di Desa Taaoga, Kota Palu dan Perumahan Baliase, pasca penggerebekan oleh petugas Bea Cukai Panluan, banyak tempat di Kota Palu dan Kabupaten Sigi Semua rokok. Kabupaten Xiji .

Plt. Irwan Sakti Alamsyah, Kepala Kantor Bea Cukai Pantoloan, mengatakan modus operandi pelaku perdagangan rokok ilegal tersebut adalah mengeluarkan surat pemberitahuan yang tidak sesuai dengan isi peti kemas laut PT Meratus Line. Kargo tidak menyebutkan bahwa tembakau sedang diangkut. Tidak ada konsumsi.

Irwan mengatakan: “Tindakan yang kami lakukan dimulai dengan analisis agen, kemudian kami segera mengejar mobil dengan rokok ilegal ke gudang.” Ketika kejahatan pertama dilakukan, petugas menemukan berinisial AS dan AR Singkatan dari pelaku, orang-orang ini kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Akibat aksi tersebut, petugas berhasil mendapatkan 45 kotak rokok atau sebanyak 720.000 hasil tembakau dengan pita cukai palsu dan pita cukai bekas di atasnya. Irwan menjelaskan: “Akibat ulah para tersangka, negara merugi sekitar 338 juta rupiah.” Pada Kamis (19/3), tim ekspedisi Bea Cukai Teluk Bayur dan Incah Padang berhasil mengeksekusi pemberantasan alkoholisme ilegal. “Petugas berhasil mendapatkan sebanyak 36 botol minuman beralkohol C yang tidak ditempel di pita cukai. Hilman Satria, Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Bayur, mengatakan perkiraan negara potensial yang terlibat dalam operasi tersebut. Kerugian sekitar Rp 3.502.800. Pada awal Maret 2020 (03/06), sebuah kendaraan jenis truk berhasil dicegat di dekat Selat Marunda di Jakarta Utara.Setelah diperiksa, ditemukan 45 di antaranya berisi 900 botol B Kotak berisi alkohol grade diduga memiliki materai palsu.Taksiran nilai barang tersebut sekitar Rp 99.000.000,00 yang menimbulkan potensi kerugian bagi negara berupa cukai sebesar Rp14.256.000,00 dan bea masuk dan formulir pajak yang diimpor dari Rp. Potensi kerugian 38.814.000,00

Sehat Yulianto, Kepala Bea Cukai Marunda, mengungkapkan: “Sebagai tindak lanjutnya, pihak bea cukai sedang menyelidiki dan mengembangkan kasus terhadap pelaku, dengan mengatakan bahwa huruf awalnya adalah“ H ”karena diduga melanggar undang-undang pajak konsumsi. Kesimpulannya.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top