Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Bea Cukai Jayapura menerima bea masuk vanilla Papua Nugini Rp 2,4 miliar

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Jayapura mendapat bea masuk dan bea masuk (PDRI) atas impor vanili dari Papua Nugini pada Jumat (26/6) lalu sebesar Rp 2,4 miliar. Albert Simo, Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura, menjelaskan penerimaan pajak impor sebesar Rp 2,4 miliar dari impor 12 ton vanili dari Sentani di Jayapura ke bandara internasional. – Memang, ada dua penerbangan dari dua kota di Jayapura. Papua Nugini yaitu kargo dari Port Moresby dan Port Wewak disediakan oleh kontraktor di Jayapura. Sebelumnya Albert menjelaskan, impor vanili dilakukan pada tanggal 5 Juni 2020 menggunakan pesawat New York yang membawa vanili lima ton, namun setelah ada bea cukai dari Pemprov Papua, akhirnya pesawat dan kargo tersebut dibawa kembali ke Papua- New Guinea-Mengetahui hal tersebut, Bea Cukai Jayapura telah berkoordinasi dengan Pemprov Papua. Impor untuk membujuk Pemprov agar membujuk agar impor berdampak positif bagi Papua, Denpasar, Jakarta, Makassar, dan kota-kota lain di Indonesia seperti Papua. Visi dan misi Pemprov sama saja.Nantinya, vanili impor hingga 7 ton yang disediakan kontraktor Jayapura mendarat di Bandara Internasional Sentani pada Jumat, 26 Juni 2020. Nantinya, produk sejenis akan lebih banyak masuk ke Jayapura sehingga bisa memberikan pasokan. Pelayanan nilai tambah yaitu pajak impor, bea masuk dan penciptaan lapangan kerja, karena pabrik-pabrik tersebut tidak dapat langsung diangkut dan diolah di Pulau Jawa.Oleh karena itu, diharapkan dengan terus meningkatkan proses impor vanili dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Papua khususnya di Jayapura. Kota. (*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top