Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Didi Kempot di mata adat: teman-teman memperjuangkan penghapusan rokok ilegal

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Kabar meninggalnya “Sad Godfather” pun menghebohkan adat istiadat. Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY, merasa sedih dan merasa kehilangan artis yang belakangan berjuang melawan bea dan cukai untuk memberantas rokok ilegal. Terry mengucapkan terima kasih atas hal ini dan menyatakan kesediaannya untuk memperjuangkan pemberantasan rokok ilegal. Mulia sekali, artinya ikut serta menjaga keuangan negara, menjamin pendapatan asli daerah dan secara tidak langsung menjaga keberlanjutan pembangunan. -Mulai tahun 2020, Didi Jinbao telah bekerja sama dengan bea cukai dan pajak konsumsi untuk melakukan kampanye penghapusan rokok ilegal. Seniman yang terkenal dengan jiwa sosialnya ini juga menghapus salah satu lagu lamanya yang terkenal, Sekonyong-Kyong Koder, untuk mengganti judul dan lirik lagu Gempur Rokok Ilgal tersebut. Lagu tersebut telah beredar luas di media elektronik, media sosial dan akselerator video di seluruh negeri. -Perebutan untuk memberantas rokok ilegal tidak berakhir di situ. Seperti kita ketahui bersama, Didi Kempot dan Pabrik Rokok Sukun menggelar roadshow tahap pertama di 10 kota di Jawa Tengah dari Februari 2020 hingga April 2020. Di setiap konsernya, masih ada ribuan penggemar “Sobat Ambyar” yang dijuluki “The Godfather of Broken Heart”. Selain itu juga dibarengi dengan sosialisasi rokok ilegal yaitu menginformasikan ciri-ciri rokok ilegal dan mengimbau masyarakat untuk tidak membeli rokok ilegal karena merugikan negara dan masyarakat. Lima kota termasuk Ambarawa, Blora, Ungaran, Pati dan Grobogan telah berhasil diadopsi. Sekarang, dengan berlalunya Didi Kempot, semua aktivitas yang belum selesai telah terhenti.

Pertempuran dengan Didi Kempot sepertinya sudah mulai membuahkan hasil, khususnya di Jawa Tengah. Kepala penegak hukum dan penyidikan Moch Arif Setijo Nugroho mengungkapkan, hingga 30 April 2020, pihak bea cukai telah berhasil mengadili 105 tuntutan, dan jumlah rokok ilegal meningkat menjadi 11,44 juta sehingga potensi kerugian negara mencapai 7,29 miliar rupiah. Pada periode yang sama tahun 2019, bea cukai berhasil mengeksekusi 98 tuntutan, dan jumlah rokok ilegal meningkat menjadi 25,3 juta, memastikan potensi kerugian negara mencapai 11, mencapai 92 miliar rupee. Jumlah penuntutan meningkat 7,14%, yang menunjukkan bahwa para pejabat telah dengan keras dan tanpa henti menindak rokok ilegal. ——Namun, dari sisi kuantitas, aktivitas rokok ilegal telah berkurang 54,78%. . Penurunan jumlah rokok ilegal di Jawa Tengah diyakini disebabkan oleh penggerebekan pabrik rokok di kawasan Demak pada akhir tahun lalu yang telah mengurangi pasokan rokok ilegal. Hal ini sekaligus menandai keberhasilan kampanye melawan rokok ilegal. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam melaporkan keberadaan rokok ilegal juga diharapkan terus meningkat sehingga hak finansial negara dapat terjamin, dan hak finansial dikembalikan kepada masyarakat. (*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top