Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Inilah langkah yang diambil Bea Cukai Pantoloan untuk meningkatkan ekspor dari Sulawesi Tengah

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Kegiatan ekspor yang dilakukan oleh eksportir akan meningkatkan pendapatan ekspor Indonesia (DHE). Kemudian pemerintah pusat mengirimkan DHE kepada pemerintah daerah dalam bentuk dana alokasi khusus (DAK), dana alokasi biasa (DAU), langkah-langkah insentif regional (DID) dan dana bagi hasil (DBH). Ditugaskan untuk perusahaan ekspor dan pengembangan perusahaan ekonomi

inilah yang diungkapkan oleh agensi. Irwan Sakti Alamsyah, kepala Bea Cukai Pantolo, menjabat sebagai pembicara tamu dalam diskusi publik tentang Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Sulawesi Tengah pada Kamis (23/07). Ekspor dapat meningkatkan mata uang, meningkatkan neraca perdagangan dan menciptakan lapangan kerja dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan.Pemerintah akan melanjutkan upayanya untuk meningkatkan ekspor, memberikan kemudahan finansial, sistem dan prosedur yang nyaman, serta populasi yang besar dan sumber daya alam yang kaya yang dapat digunakan sebagai modal untuk produksi komoditas ekspor. Dalam hal ini kita perlu bekerja sama untuk mendukung ekspor. Diharapkan di era ekonomi global ini, kata Erwan, Indonesia tidak hanya menjadi tujuan ekspor negara lain, tetapi juga sebagai penghasil barang ekspor.

Sebagai bagian dari kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian Provinsi dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah tentang isu pembinaan dan penjaminan perdagangan luar negeri, Irwan juga menjelaskan mekanisme pemantapan komoditas ekspor dan manfaat ekspor ke daerah dan usaha kecil dan menengah.

“Konsolidasi kargo ekspor adalah kegiatan menggunakan forward container untuk mengumpulkan muatan ekspor yang diberitahukan dalam dua atau lebih pemberitahuan kargo ekspor (EPB). Kargo ekspor tersebut dimasukkan ke dalam kawasan pabean dan dimuat ke fasilitas pengangkutan. , lanjutnya, saat ini IKM memiliki potensi dan kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia karena menyumbang 57% dari PDB Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja. Namun, IKM Indonesia memberikan kontribusi bagi Indonesia. Dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia-Pasifik, volume ekspor produk dalam negeri masih relatif kecil-untuk itu, Irwan meyakini pihak bea cukai telah mengambil langkah-langkah khusus untuk memberikan berbagai kemudahan perpajakan bagi industri yang bertujuan mengekspor produk seperti kawasan berikat.Pusat logistik berikat (PLB), Fasilitas Impor (KITE) IKM di negara tujuan ekspor, dll.

“Kami dengan senang hati membantu IKM yang ingin menggunakan fasilitas kami. Kami berharap tidak ada lagi masyarakat yang takut dan ragu-ragu berurusan dengan bea cukai, karena kami menyadari akan adanya hambatan komunikasi antara masyarakat dengan adat istiadat. Demi mewujudkan visinya , Bea Cukai sedang mereformasi dan meningkatkan proses bisnis dan integritasnya, ”pungkasnya. (*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top