Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Bea Cukai siap memberikan layanan alat kesehatan impor untuk mencegah Covid-19 lebih mudah

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 7 tahun 2020 dan Peraturan No. HK.01.07 dari Peraturan Kesehatan 2020 melalui Kementerian Kesehatan, yang menetapkan Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19). ). Di masa lalu, impor peralatan medis biasanya dibatasi, atau harus memiliki lisensi impor dalam bentuk lisensi distribusi atau sistem masuk khusus (SAS) yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan. Dengan keluarnya peraturan ini, maka alat kesehatan yang digunakan dalam penanggulangan Covid-19 yang tercantum dalam peraturan tersebut di atas, alat kesehatan diagnostik in vitro dan produk kesehatan di rumah sudah dikendurkan, yaitu tidak perlu lagi mengeluarkan izin atau SAS, melainkan hanya Butuh cukup dan saran. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengizinkan pengecualian. Menurut Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020 (Revisi Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020), Kelompok Kerja Covid-19 telah mempercepat pengelolaan Covid-19. Penerbitan peraturan ini sejalan dengan kebijakan Presiden. Mempercepat pengelolaan Covid-19. Dalam peraturan ini, dinyatakan bahwa sistem perizinan perdagangan impor memadai berdasarkan proposal pembebasan BNPB. Pengajuan rekomendasi BNPB dapat dilakukan secara online, Pelamar hanya perlu mengunjungi website resmi INSW http://insw.go.id, kemudian klik menu Aplikasi INSW dan pilih submenu “Emergency Intervention Permit”. Pelamar dapat memilih menu pengiriman saran BNPB. Setelah itu, pemohon dapat mengisi formulir dan mengunggah dokumen yang diperlukan sesuai dengan jenis aplikasi. Sekarang, pemohon hanya perlu memantau status pengiriman yang direkomendasikan melalui program pelacakan pengiriman rekomendasi BNPB di situs web resmi INSW. Setelah proses analisis selesai, sistem akan mengeluarkan persetujuan atau penolakan pengajuan proposal. Untuk barang non-komersial, jika BNPB telah mengeluarkan proposal, pemohon akan mengirimkan proposal BNPB ke pintu masuk fasilitas bebas bea atau bea cukai / bea cukai regional di tempat manajemen. Impor, pajak konsumsi dan / atau pajak impor. Kemudian sesuai ketentuan yang ditetapkan, pihak bea cukai akan mengesahkan Keputusan Menteri Keuangan tentang pembebasan bea masuk, pajak konsumsi dan / atau pajak impor. Pemohon kemudian menyerahkan dokumen deklarasi impor (PIB) kepada bea cukai barang impor, yang menunjukkan nomor dan tanggal SKMK dan nomor dan tanggal yang direkomendasikan oleh BNPB sebagai izin pengecualian untuk sistem perdagangan impor. Setelah memenuhi seluruh kewajiban pabean, pemohon akan menerima Surat Pemberitahuan Pelepasan (SPPB) sebagai dokumen pengeluaran barang impor. Untuk komoditas, jika proposal dikeluarkan oleh BNPB, pemohon cukup menyerahkan dokumen PIB ke bea cukai barang yang diimpor, termasuk nomor dan tanggal pengajuan BNPB, sebagai izin untuk komoditas bebas bea. Peraturan sistem perdagangan impor. Setelah memenuhi seluruh kewajiban pabean, pemohon akan menerima Surat Pemberitahuan Pelepasan (SPPB) sebagai dokumen pengeluaran barang impor. Bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan impor komoditas terkait penanggulangan Covid-19, silahkan hubungi 021-51010112 / 51010117 atau hubungi contact center bea cukai 1500225 atau hubungi BNPB melalui live chat. Baris di bit.ly/bravobc. (*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top