Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Bea Cukai Semarang Halau Covid-19 mempromosikan produksi dan subsidi peralatan perlindungan pribadi

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Untuk mencegah penyebaran Covid-19, departemen bea cukai telah bekerja sama dengan perusahaan yang menerima fasilitas area pabean untuk memproduksi puluhan ribu peralatan pelindung, termasuk pakaian alat pelindung diri (APD), masker, Pembersih tangan untuk menyediakan staf medis dan seluruh masyarakat. Tanpa terkecuali, Bea Cukai Semarang telah bekerja sama dengan PT Glory Industrial Semarang (salah satu perusahaan yang menerima fasilitas berikat).

Kedua pihak bersama-sama memproduksi APD untuk mengurangi dampak Covid-19. Bea cukai memberikan kemudahan dalam bentuk layanan bea cukai yang dipercepat untuk mengimpor dan mengekspor barang yang digunakan untuk mengobati virus korona. Dengan bantuan fasilitas yang disediakan oleh bea cukai, PT Glory Industrial Semarang memproduksi dan menyumbangkan 90.000 peralatan medis pelindung diri (PPE) ke Yayasan Nasional BUMN BUMN saat ini Senin lalu (04/06). Setelah merawat pasien yang terinfeksi Covid-19, mereka benar-benar membutuhkan APD ketika melakukan tugasnya. Oleh karena itu, jika staf medis tidak menggunakan APD standar, mereka akan rentan terhadap Covid-19. “Dalam keadaan darurat Covid-19, itu memainkan peran penuh,” jelas Sucipto, kepala Kantor Pabean Semarang. -Selain itu, menurut Sucipto, pengawasan pabean Semarang dan layanan PT Glory Industrial Semarang adalah aspek mencegah penyebaran Covid-19.

“Layanan yang diberikan oleh Bea Cukai Semarang disediakan dalam bentuk pembebasan bea masuk. Mereka tidak membebankan biaya PPN / PPnBM, juga tidak membebankan biaya Pasal 22 PPh untuk kelanjutan produksi APD. Dia mengatakan bahwa dalam berurusan dengan Covid Ketika APD diproduksi di -19, diharapkan selalu menyediakan APD tersedia untuk staf medis.Ini dapat menyelamatkan ribuan nyawa dan mencegah penyebaran Covid-19.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top