Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Bertindak dengan lembaga pemerintah tentang respons bea cukai untuk mengelola distribusi Covid-19

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Menyadari upaya pemerintah untuk mencegah dan menyebarkan virus korona, bea cukai di berbagai daerah di Indonesia dan lembaga lainnya telah bersama-sama merumuskan berbagai kebijakan untuk menanggapi pandemi.

Dimulai dari Bea Cukai Merak, sebuah pertemuan diadakan di Morakot pada hari Rabu (18/3) dengan Bandara Mopah, TNI, Imigrasi, Karantina, Maskapai Penerbangan dan Rumah Sakit Distrik L. Nazwar, kepala Kantor Pabean Merauke, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pertemuan tersebut, sebuah tim telah dibentuk untuk menangani Covid-19.

“Kami melakukan simulasi pada penerapan Covid-19 di Bandara Mopah, seperti menyediakan pemindai termal untuk mendeteksi suhu tubuh dan simulasi Nazwar sebagai rekomendasi untuk mengeluarkan kartu peringatan (HAC).” Lalu, untuk ramalan Penyebaran virus di Mellock, terutama di daerah perbatasan, pemerintah sementara menutup fasilitas melalui Tim Bea Cukai, Imigrasi, Karantina dan Keamanan (CIQS). Pemerintah Impor dan Ekspor Pemerintah Kabupaten Tota Merauke Border Post (PLBN): “Beberapa kebijakan yang dirumuskan meliputi: mengeluarkan instruksi dari WFH untuk menyediakan 2 rumah sakit rujukan dan 11 stasiun kesehatan untuk pasien Covid-19, membatasi Perdagangan manusia memasuki Maluku dan tes skrining di Maluku, jelasnya.Pada hari Minggu (22/3), bea cukai dan cukai Tanjungpinang membantu memastikan kedatangan tim khusus yang bertanggung jawab atas pengumpulan obat-obatan dan peralatan medis untuk mencegah Corona Virus ini menyebar dan mempercepat transportasi ke apron barat Pangkalan Angkatan Udara Raden Sadjad Natuna.Selain itu, Kantor Pabean Daerah Sulawesi Selatan mengoordinasikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa (24/3) dan secara aktif memuaskan masyarakat Peningkatan permintaan untuk produk buatan tangan. Di bawah kebijakan Parjiya, kepala kantor bea cukai Sulbagsel, kantornya dengan cepat mengkomunikasikannya kepada perusahaan etanol PT Basis Indah sehingga dapat menyediakan produk pendukung untuk mencapai 4000 liter etanol.

” Selain itu, produk-produk pendukung dibawa ke Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan dan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, di mana mereka akan diperlakukan segera dengan nama mereka, yaitu pembersih tangan, “kata Pagia. Pagia menyimpulkan:” Saya berharap epidemi ini akan berlalu dengan cepat, dan kesadaran semua lapisan masyarakat akan dinaikkan, sehingga mereka akan selalu cerah dan bekerja bersama ketika mereka menghadapi hambatan. “(*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top