Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Sinergi tarif dan pajak mengembangkan industri kecil

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Jawa Tengah, Biro Perpajakan Pertama Jawa Tengah dan Komwasjak mengunjungi lingkungan produk tembakau kecil (LIK) produk tembakau sakral sebagai bagian dari pelaksanaan pertukaran publik terkait dengan kebijakan pemerintah tentang tembakau Konsumsi Pajak Manajemen Pajak (DBH CHT), Rabu (04/3).

Direktur Tenaga Kerja, Industri, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kudus, Marty mengumumkan bahwa LIK-HT adalah salah satu implementasi manajemen CHT DBH Kabupaten Kudu dalam kerangka pengembangan industri dan lingkungan sosial termasuk laboratorium dan 11 bangunan produksi rokok.

Tri Wikanto, kepala Kantor Bea Cukai Jawa Tengah DIY, menyatakan dukungan untuk proposal pembelian mesin pengolahan tembakau untuk membantu pengembangan industri produk tembakau kecil ini. “Kami di kantor pabean akan berkoordinasi dengan departemen terkait dengan penggunaan DBHCHT untuk pembelian dan proposal pemerintah provinsi sebelumnya untuk membeli mesin pengolahan tembakau, karena menurut kami, pembelian mesin pengolahan tembakau akan menjadi kemenangan. Tri adalah untuk produksi tembakau.” Bisnis, pemerintah daerah, dan pedagang produk tembakau kecil ini memberikan solusi win-win.Pada saat yang sama, Bea Cukai Jawa Tengah juga mengusulkan konsep pengembangan produk terpadu tembakau skala kecil. Produksi dan produksi skala besar di Kawasan Industri Produk Tembakau (KIKHT) Seminar pengemasan, komunitas Tembakau dan Kabupaten Jepara dan lembaga terkait bekerja sama – dalam konsep ini, produsen rokok tidak lagi dibatasi oleh peraturan distrik pabrik, mereka bahkan akan menyediakan mesin produksi cerutu yang dapat digunakan bersama. Ini juga akan menyediakan industri pendukung seperti lem, kertas, kemasan ging, filter, dll. “Mari kita membangun sinergi yang belum legal, melegalkannya dan membantu membangun Republik Indonesia yang bersatu. Kami mulai dari Desa Robayan atau Desa Jepara, dan kemudian di seluruh Indonesia, “kata Tri.

Sekretaris daerah Kabupaten Jepara menyatakan minat dan berharap bahwa sebuah desa dapat menyediakan tanah untuk KIKHT yang digabung, dan pada saat yang sama mengundang-jika ini adalah Jika itu legal, ia akan menindak ilegalitas. —— Setelah masalah ini, Presiden Komwajak, Mardiasmo, menyatakan penghargaan dan dukungannya terhadap terobosan komprehensif KIKHT, dan menunjukkan bahwa ia menekankan legalisasi kegiatan ilegal. (Mardiasmo) berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan juga menyarankan agar koperasi diberdayakan atau diizinkan untuk berpartisipasi.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top