Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Untuk mengoptimalkan layanan, kepala Kantor Bea Cukai Mageland mengunjungi dua perusahaan di Zona Perdagangan Bebas

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM- MAGELANG Untuk mengoptimalkan layanan yang diberikan kepada pengguna layanan, kepala Bea Cukai Magelang mengunjungi dua perusahaan zona bebas di Kabupaten Magelang pada Jumat (07/02) untuk melihat proses bisnis kedua mereka. Perusahaan-perusahaan ini adalah PT Anugerah Abadi Magelang (PT AAM) dan PT Djohar Tex. Dalam bentuk fasilitas bea cukai, daerah itu disisipkan secara tidak sengaja. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk membuat pabean memahami perkembangan proses bisnis perusahaan dan mendengarkan pembatasan atau masalah perusahaan di area berikat. Magelang Heru Prayitno, kepala kantor bea cukai, juga mengatakan bahwa partainya bersedia untuk dikonsultasikan oleh pengguna layanan. Yang pertama adalah PT AAM, yang alamatnya terletak di distrik Tempuran di Kabupaten Mageland. Perusahaan ini bergerak di industri pakaian jadi untuk memproduksi pakaian jadi. Seperti kita ketahui, output bulanan bisa mencapai 728.000 keping. “Sebenarnya, produk perusahaan kami dalam jumlah yang cukup besar, dan kami mengekspornya ke Amerika Serikat, Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, Pakistan, Betlehem, UEA, Australia, Selandia Baru. Produksi dan pangsa pasar, menurut catatan, sejauh ini ketua dan pimpinan PT AAM CEO Woong Keun Yoo berkata: “Ada sekitar 1.605 karyawan yang terlibat dalam bisnis ini.

Kemudian, perusahaan kedua yang dikunjungi Heru adalah PT Djohar Tex di Jl. Raya Magelang-Purworejo. Perusahaan ini bergerak dalam produksi dan manajemen kain abu-abu. “Untuk PT Djohar Tex, kami tidak mengekspor dalam waktu lama, tetapi kami menjualnya ke perusahaan lain di daerah berikat, yaitu PT Sri Rejeki Isman Tbk (PT Sritex) di Solo. Selain itu, kami memiliki sekitar 766 karyawan, Soewandi, Direktur PT Djohar Tex, mengatakan: “Heru telah mengungkapkan kontribusi kedua perusahaan tersebut kepada departemen tarif impor terhadap pajak nasional. “Dalam tiga tahun terakhir, PT AAM telah membayar tarif impor sebesar Rp 106.000 pada 2017, Rp 27.100.000 pada 2018 dan Rp 123.820.000 pada 2019. Sementara itu, PT Djohar Tex adalah Rp 2017, Rp 116.640.000 dan 2018 Rp386.740.000 rupiah dan Rp153.060.000 pada 2019 “, jelasnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada perusahaan untuk kontribusinya kepada negara, “Terima kasih atas kontribusi Anda dan kepatuhan pada pajak perdagangan, bea cukai dan konsumsi.” Magelang akan terus bekerja keras untuk memberikan layanan terbaik bagi perusahaan. “Helu menyimpulkan (*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top