Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Ini sebagai bentuk sinergi antara adat Cikarang dan karantina pertanian

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Badan Bea Cukai dan Karantina Pertanian harus bekerja sama dalam tugas pengawasan barang impor.

Menurut Deny Isworo, Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang, Jumat (07/08), hal tersebut sudah diselesaikan agar kedua instansi dapat melindungi masyarakat dari barang berbahaya dari luar Indonesia. Ia juga menjelaskan proses pemeriksaan operasional di Cikarang Dryport yang merupakan bentuk kerjasama antara Bea Cukai Cikarang dan Badan Karantina Pertanian.

“Bea Cukai Cikarang berperan dalam melakukan pemeriksaan fisik untuk verifikasi pemberitahuan impor benda fisik yang diimpor. Sebelum menerbitkan KT-9. (Sertifikat Pestisida / Desinfeksi) / KH-12 (Sertifikat Higiene Produk Hewan) kepada lembaga karantina , Barang karantina ini sudah dilakukan pemeriksaan fisik dan sudah diambil sampelnya pemeriksaan sanitasi, “kata Deny. Bea Cukai juga memantau vektor impor OPTK / makanan segar tumbuhan (PSAT) yang belum mendapat izin impor dari Badan Karantina Tumbuhan Daerah Pabean, dan memeriksa Badan Karantina Tanaman Nasional (KT-2). Sertifikat karantina) / izin impor KH-5 (persetujuan pelepasan).

“Kami berharap pihak bea cukai dan penyelenggaraan karantina pertanian dapat terus bekerja sama untuk mendukung optimalisasi dan percepatan waktu impor untuk pemeriksaan bersama,” pungkasnya. (*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top