Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Terus menindak peredaran rokok ilegal, bea cukai kembali melakukan tindakan di Jawa Tengah

In: Bea Cukai

Semarang TRIBUNNEWS.COM-Selama ini rokok ilegal masih menjadi andalan masyarakat. Selain mengganggu aktivitas perusahaan resmi, keberadaan rokok ilegal juga merugikan kepentingan negara terhadap pajak konsumsi.

Guna menghilangkan dampak negatif tersebut, Dinas Bea dan Bea Cukai Jawa Tengah di bawah pengawasannya terus melakukan tindakan pemberantasan rokok ilegal. rokok. -Pabean Jawa Tengah dan Yogyakarta menindak truk di Jalan Kaligawe Raya Semarang pada Kamis 20/8. Sopir truk berusaha mengelabui petugas dengan membuka terpal truk, sehingga seolah-olah truk tersebut belum penuh. Jepara di Jakarta.

“Berdasarkan informasi yang diterima, rombongan petugas pajak bea dan konsumsi menuju ke arah Jalan Demak untuk mencari Semarang. Pukul 02.20 dini hari, petugas berhasil mengamankan truk yang menjadi sasaran operasi. -Dari transportasi Hasil pemeriksaan fasilitas tersebut menemukan bahwa truk tersebut berisi 45 kotak rokok berisi 450.000 batang rokok, tetapi tanpa stempel cukai.Menurut bukti yang diperoleh, nilai kiriman tersebut diduga mencapai 459 juta rupiah yang menjamin potensi kerugian negara. Diperkirakan Rp 266.994.000.Rp. Dengan sopir Insial (AJ) dan (ZP) sebagai supir dan pelaku truck oiler. Saat ini semua barang bukti dan tersangka sudah dibawa ke bea cukai Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk diproses lebih lanjut. Rokok ilegal ditimbun dan dikemas di berbagai tempat. Jaksa berhasil menyita 425.200 batang rokok ilegal pada Rabu 19/08 dengan total nilai diperkirakan mencapai Rp 433.704.000,00. Alat pemanas yang digunakan untuk produksi rokok ilegal ditemukan, ‚ÄĚkata Gatot. Mengatakan.

Sebagai bagian dari bukti tindak lanjut yang dikumpulkan di kantor bea cukai Gudus, intelijen juga dilakukan terhadap pemilik gedung dan pemilik rokok. Tidak ada yang tinggal di dalam gedung. (*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top