Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Bea Cukai menghancurkan semua jenis barang ilegal dari Sabu hingga pakaian bekas

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah terus berupaya keras menghentikan peredaran barang ilegal di seluruh Indonesia. Sebagai salah satu lembaga yang berwenang melarang perdagangan, pihak bea cukai tidak hanya akan bertindak secara permanen, tetapi juga memusnahkan komoditas ilegal untuk menghilangkan nilai guna komoditas tersebut.

Pada Rabu (02/09), setelah Bea Cukai Kalsel mengadili Polda Kalsel, kawasan itu turut serta dalam perusakan 299.992 kg sabu kristalin. Untuk menghilangkan nilai guna, metil metamfetamin dicampur dengan air deionisasi dan pestisida dan digiling dengan blender.

Kepala Kantor Pabean HB Kalimantan Selatan. Wikassono mengungkapkan bahwa kejahatan terkait narkoba merupakan kejahatan transnasional. Metode kejahatan siber narkoba kini menggunakan teknologi yang kompleks dan didukung oleh jaringan yang luas, sehingga penanganan penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba bukan lagi tugas yang mudah. Bersama-sama, untuk melindungi departemen dari kejahatan narkoba. Hal ini sesuai dengan bea cukai dan pajak konsumsi sebagai pelindung masyarakat yang selalu bekerjasama dengan instansi lain untuk melindungi masyarakat dari barang berbahaya. “- -Di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan, Bea Cukai di Kalimantan Barat dan Bea Cukai Ntikon menggunakan barang. -Barang ilegal, antara lain 965.930 batang rokok ilegal, 1.241 bungkus baju lama, 600 gulungan kain tua dan 34 gulungan. Kantong gula. (Selasa, Januari 2009). Peraturan. Dan melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51 / M-DAG / PER / 7/2015 tentang pelarangan impor pakaian bekas. Ristola Nainggolan, Kepala Kantor Bea Cukai Entikong, mengatakan: ” Selain itu, item ini tidak dapat digunakan dan diberikan. “Bersamaan dengan itu, pada akhir Juli 2020, Bea Cukai Atambua juga melakukan pemusnahan beberapa barang ilegal sejak paruh pertama tahun 2020. Terdiri dari minuman beralkohol, minyak tanah, rokok, dan minuman kaleng tanpa dokumen bea dan cukai.

“Nilai komoditas ini diperkirakan mencapai 197,9 juta rupiah. Kami sedang menghancurkan, jadi barang-barang ini tidak lagi memiliki nilai guna, jadi tidak akan disalahgunakan. Tribuana Wetangterah, Kepala Kantor Bea Cukai Atambua, mengatakan.

Pemusnahan barang ilegal tidak hanya bertujuan untuk menghilangkan nilai guna barang, tetapi juga untuk pembuktian barang tersebut. Bertanggung jawab melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan pabean.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top