Loading the content... Loading depends on your connection speed!

“Jagung Putih 2020”, Badan Bea Cukai dan Bareskrim Polri membeberkan peredaran gelap 200 kg narkoba

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepabeanan dan Kepolisian Republik Indonesia kembali bekerja sama untuk menghentikan penyelundupan narkoba ke wilayah Indonesia.

Kali ini modelnya relatif baru, belajar dengan menyembunyikan narkotika di kantong jagung. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi dalam jumpa pers di Cikarang, Rabu, 29 Juli 2018. Belitung, Biro Bea Cukai dan Bea Cukai Cikarang berhasil menemukan penyelundupan metil kristal di jalur internasional dari Myanmar, Malaysia, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Belitung di Bengal. Amfetamin model terbaru akan dirilis pada Jumat (24/07). 200 kilogram anestesi jenis metamfetamin ditemukan dalam 423 kantong jagung (20 ton) jagung dan di dalam mobil yang dilengkapi dengan detektor logam yang digunakan untuk mendeteksi kantong yang berisi metamfetamin. Tiap bungkus sabu berisi potongan logam setebal 10 cm, “kata Helu.

Helu juga menambahkan.” Ini suntikan ke-27. Ini hasil sinergi Bareskrim dengan pihak adat. Hasil tangkapannya setara. Biasanya kami menangkap ikan di Aceh melalui jalur hulu, tapi sekarang kami menggunakan jalur tengah. Selain itu, ini adalah model baru yang akan menjadi patokan masa depan kita. Selain itu, mereka juga mendapat manfaat dari lautan kita yang luas. Tapi kami akan selalu waspada. “

Tersangka pidana yang dilindungi dalam perkara ini berinisial 4 yaitu SC, R alias S, A dan Y alias D. Kegiatan tersebut melanggar Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba. Vonis tersebut dijatuhi pidana penjara seumur hidup hingga hukuman mati, dengan denda minimal Rp1.000.000.000 dan denda maksimal Rp10.000.000.000 ditambah sepertiga.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top