Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Bea Cukai Balikpapan menghancurkan barang ilegal senilai 2,6 miliar rupee

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai Kaltim dan Bea Cukai Balikpapan memusnahkan berbagai barang sitaan pada 2020, senilai total Rp 2,6 miliar, Rabu (12/8). – Direktur Kantor Pabean Balikpapan Firman Sane Hanafiah mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menghilangkan pergerakan produk konsumen ilegal dan barang yang tergolong barang terlarang dan dibatasi. Industri yang menaati semua regulasi dan membayar cukai sesuai dengan kewajibannya- “berharap melalui tindakan ini, tidak” menjadi komoditas yang lebih ilegal dan dapat melindungi moral masyarakat dari pengaruh negatif. Dia mengatakan: “Pornografi dan pornografi mempengaruhi bea cukai sebagai Fungsi masyarakat yang dilindungi memegang peranan penting. ”Ia mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir ini, serangkaian penuntutan telah dilakukan di 539 formulir, 419 batang rokok ilegal, 8b mesin pengolah tembakau (HPTL) lainnya, dari berbagai wilayah di Balikpapan dan timur. 96 jenis alkohol ilegal diperoleh di tempat lain di Kalimantan.

Serta 666 mainan penegak hukum berupa barang yang dilarang dan dikendalikan, 3.735 barang obat terlarang, dan barang yang dikirim melalui Pos Indonesia mendapat 36.821 larangan dan larangan lainnya.

Lebih lanjut, Firman menjelaskan akan dilakukan tindakan terhadap barang-barang yang tidak dibubuhi pajak konsumsi / materai. “ Tidak menambahkan pajak konsumsi sesuai dengan namanya, sehingga melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Larangan dan Pembatasan Konsumsi Barang dan Penuntutan, karena tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Hancur Negara (BMN) terdiri dari 15 persetujuan dari KPKNL atas 22 BMN (sebelumnya komoditas mandiri setelah 2015-2020). Firman mengatakan, pada tahun 2020, 9 hewan hidup BMN yang digunakan dalam bentuk barang legal akan dibagi dengan barang legal.

“Perkiraan nilai barang yang dimusnahkan adalah Rp 2.651.851.617 sehingga menimbulkan kerugian nasional sebesar Rp 685.105.205”. Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara membakar dan secara simbolis menghancurkan halaman Kantor Bea dan Cukai Balikpapan, kemudian seluruhnya akan dibakar di tempat pembuangan akhir Jalan Bangor, Kota Balikpapan, sehingga tidak memiliki nilai ekonomis. nilai. (*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top