Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Inilah potret kebiasaan berperahu di Teluk Bayat

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka pelaksanaan hukum kepabeanan dan undang-undang pajak konsumsi, pihak pabean telah diberikan kewenangan pengawasan untuk menghentikan dan memeriksa sarana transportasi di laut atau di sungai, dan hak untuk membawa alat angkut ke dalam pabean atau tempat lain untuk pengangkutan. sebuah ujian. Ketentuan ini tunduk pada Pasal 90 dan Pasal 91 UU Kepabeanan. Dia menjelaskan: “Bea Cukai Bayur tidak terkecuali. Ada tim patroli laut yang bertugas mengawasi perairan Provinsi Sumatera Barat. Ini jalan utama masuk dan keluarnya barang dari daerah pabean.” Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Bayur Hilman Satria pada pekan tanggal 15 Juni. Di awal dijelaskan patroli maritim dan navigasi kapal yang dilakukan oleh stafnya. -Hillman berkeyakinan bahwa tujuan berlayar dengan kapal atau memeriksa alat angkut dari luar daerah pabean adalah untuk melindungi orang Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan ilegal, serta untuk mengawasi semua pergerakan barang yang masuk dan keluar Indonesia.

“Penyelundupan narkoba, dll. Tren barang ilegal terutama masuk ke wilayah perairan Indonesia melalui jalur transportasi. Bea Cukai sebagai regulator yang mengawasi kapan fasilitas transportasi laut tiba, serta harus memahami dan memahami cara penyelundupan, ”ujarnya. Perairan Telukbayur, Bungus, Sungai Pisang dan Sirandah. Pemeriksaan kapal juga dilakukan untuk memastikan kapal dari luar negeri yang masuk ke wilayah Indonesia tidak membawa barang berbahaya dan melanggar ketentuan. Selain itu, kapal yang diinspeksi tidak mengangkut barang berbahaya, dan melanggar peraturan yang memungkinkan mereka untuk terus berlayar. Pemerintah merekomendasikan, “tambah Hillman. (*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top