Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Untuk mengurangi rokok ilegal di berbagai daerah, bea dan cukai mengambil tindakan

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai terus meluncurkan program “Rokok Gempur Ilegal” untuk melarang peredaran rokok ilegal di berbagai daerah. Kali ini, Pabean Gresik, Pabean Malang, Pabean Surakarta, dan Pabean Sumbawa melakukan operasi pasar dan penuntutan, serta berhasil mengamankan ribuan batang rokok ilegal. -Bier Budi Kismulyanto, Kepala Bea Cukai Gresik, mengungkapkan pada Kamis (23/07) pihaknya memperoleh 13.540 batang rokok ilegal tanpa pajak konsumsi.

“Melalui operasi perburuan ini, kami menggugat dan menggugat penjual,” diperkirakan kasus yang berhasil ditangani oleh Bea Cukai Gresick ini dapat menimbulkan kerugian nasional. Mencapai Rp 13.867.000.

Tak ketinggalan, Pabean Malang kembali berhasil menghentikan peredaran rokok ilegal melalui operasi pasar di Desa Sitiarjo, Malang pada Kamis (23/07). Direktur Bea Cukai Malang Latif Helmi (Latif Helmi) mengatakan, petugas bea cukai Malang mendatangi beberapa toko dan warung untuk mengecek penjualan rokok.

“Dari pemeriksaan ditemukan 32.800 batang rokok ilegal berbagai merek dengan perkiraan nilai Rp 33.456.000,” kata Latif. Petugas kemudian membawa barang bukti tersebut ke Bea Cukai Malang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami akan terus melakukan tindakan lain di wilayah Malang Raya untuk menertibkan peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu, pengedar rokok ilegal dapat mengambil tindakan.” Produk ini akan menjadi semakin sulit. Kata Latif, “Dilindungi dari empat tempat berbeda. Empat tersangka bertindak sebagai penjual dan inventaris rokok ilegal tersebut. Langkah ini merupakan hasil kerjasama antara Bea Cukai Surakarta dan Bea Cukai Jawa Tengah. Wilayah Yogyakarta, “kata Budi. Setelah berhasil mendapat proteksi bisa menimbulkan kerugian Rp 142.195.071 bagi negara dan penyidikan keamanan. Diharapkan hasil pemeriksaan mendalam ini bisa mengungkap jaringan peredaran rokok ilegal dan dari hulu hingga hilir. Pabean Sumbawa juga telah melakukan kegiatan anti tembakau ilegal di wilayah Sumbawa Barat dan Sumbawa. Rudie Bayu Widjatnoko dari Kantor Bea Cukai Sumbawa mengungkapkan, “Target penguasaan barang konsumsi ilegal adalah produk tembakau tanpa pajak konsumsi, dengan ti Pajak konsumsi bukan hak mereka, dengan dipalsukan pajak konsumsi, tambahan penggunaan kupon pajak konsumsi, meterai pajak konsumsi yang tidak benar, uraian dan transaksi meterai pajak konsumsi – sejak sepuluh hari beroperasi, petugas bea cukai Sumbawa berhasil mendapatkan potongan 70.525 gram. Serpihan tembakau dan 144 rokok ilegal kemudian dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk memastikan hak-hak negara (*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top