Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Bea Cukai Bali Nusra memudahkan perdagangan narkoba dengan anjing pelacak

In: Bea Cukai

Negara Bandeng TRIBUNNEWS.COM-Sebagai bagian dari pengawasan barang ilegal, terutama untuk mencegah masuknya narkotika ke Indonesia, petugas bea dan cukai tidak hanya mencegah peredarannya, tetapi tim yang melacak anjing narkotika juga berperan (K-9) .

Hendra Prasmono, Direktur Kantor Bupati Bali Nusra, mengungkapkan pasukan K-9 digunakan untuk operasi pengawasan guna mencegah penyelundupan narkotika di Indonesia, baik itu kargo dari luar negeri maupun barang bawaan penumpang selundupan.

“Hingga Mei 2020, tim K-9 kami telah berhasil menghentikan 7 kasus penyelundupan berbagai narkotika, 5 kasus di antaranya dapat dihindari dengan transportasi, dan cara ini disembunyikan di dalam kemasan. Ada juga 2 kasus penumpang yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok dengan membawa barang bawaan, ”ujarnya. .

Baca: Pabean Banyuwangi Tangkap Ribuan Rokok Ilegal yang Melintasi Bali

“Dalam tujuh kasus ini sudah didapat bukti, dan bukti menunjukkan kandungan tertinggi obat kategori pertama adalah 72,33 gram. , Amphetamines 12,90 Hendra menjelaskan bahwa terdapat 80 psikotropika kelas dua dan kelas dua disi epa (psikotropika). Lebih lanjut dia menjelaskan, penyelundup menggunakan berbagai cara untuk menipu petugas bea cukai, beberapa di antaranya Paket obat-obatan tersebut dikemas dengan hati-hati dan dibungkus atau ditempatkan pada barang lain untuk mencegah petugas polisi menjadi tersangka, namun karena indra penciumannya yang tajam selama latihan rutinnya, anjing K-9 tersebut dapat menemukan narkotika yang disembunyikan. Ada dua jenis anjing pelacak narkotika (K-9) yang ada di Kantor Kecamatan Lahaiguan, yang pertama anjing aktif mengendus. Anjing ini akan merespon secara positif, seperti mencakar atau menggigit tersangka. Berisi Ahli Kosmologi Gnar .

Baca: Bea Cukai Yogya Gandeng BPOM Bantu Pengisian Formulir Masuk Obat dan Makanan

“Saat ini, kami punya 7 Anjing Pelacak Narkotika (K-9), di antaranya 3 anjing pelacak aktif dan 4 anjing pelacak pasif. Hendra menambahkan, pelacak dipegang oleh enam karyawan bea dan cukai serta membawa sertifikat lisensi anjing. Area kendali lalu lintas masuk. Orang / penumpang dan kargo dari luar negeri ke wilayah Indonesia. “Karena bisa dimobilisasi dalam berbagai situasi dan kondisi, maka unit K-9 menjadi salah satu alat investigasi paling efektif dalam pemberantasan peredaran narkoba,” pungkas Hendra.

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top