Loading the content... Loading depends on your connection speed!

Empat pabean kompak telah menghancurkan puluhan juta barang ilegal

In: Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM-Meski pandemi Covid-19 sedang merebak, pihak bea cukai tetap memantau arus barang ilegal di berbagai daerah.

Pengawasan terus menerus ini telah menyebabkan penangkapan berbagai barang ilegal. Guna membuktikan keseriusannya dalam melindungi masyarakat dan sebagai bentuk tanggung jawab dalam memenuhi tugas dan fungsi badan, bea cukai juga memusnahkan barang yang ditangkap. Produk dihancurkan. Penegakan hukum dalam bentuk rokok ilegal, alkohol, cairan atomisasi dan tembakau. Bea Cukai Cikarang memusnahkan hasil tangkapan 2018-2019. Deny Isworo, Kepala Bea Cukai Cikarang, mengatakan.

Di saat yang sama, Bea Cukai Sidoarjo juga memusnahkan 6,9 juta batang rokok dan 42,9 liter minuman beralkohol ilegal.

“Barang ilegal merupakan hasil gugatan pada Oktober 2019. Bea Cukai Sidoarjo Penanggung jawab, Pantjoro Agoeng, mengatakan tentang kargo ilegal tersebut: “Hingga Maret 2020, nilai total kargo diperkirakan mencapai 5,9 miliar rupiah. Sementara potensi kerugian negara diperkirakan mencapai 2,55 miliar rupiah. Jaksa menuntut 1.219.301 batang rokok ilegal, 138 bungkus peluru, dan 374 mainan pribadi selama 2018-2019. Dinas Pabean Pontianak Achmat Wahyudi mengatakan: Pemusnahan ini sebagai bentuk tanggung jawab atas pembuangan barang, yaitu penghapusan barang tertentu. Nilai guna dan mencegah akibat yang ditimbulkan oleh tindakan yang diambil untuk mencegah penyalahgunaan barang yang disebabkan oleh tindakan tertentu. “”

Pada hari yang sama, Bea Cukai Kudus memusnahkan barang yang disebabkan oleh tindakan tertentu-September 2019.- Maret 2020. “Sebanyak 157 pemanas, 5 alat penggiling, 30.232 stempel palsu, dan 11.916.134 rokok ilegal. Nilai total barang tersebut diperkirakan mencapai 7,32 miliar rupee, dan potensi kerugian nasional mencapai 5,010 miliar rupee. Katanya. Gatot Sugeng Wibowo dari Kurtes Bea Cukai .

Upacara pemusnahan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan anggota Pansus XI DPR RI H. Musthofa, SE., MM, Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kanwil DJBC, Jawa Tengah Provinsi dan Yogyakarta-Dalam kesempatan ini, Musthofa menyampaikan: “Terima kasih kepada semua pihak terkait atas sinerginya selama ini. Peredaran rokok ilegal bisa dikurangi, terutama di rumah Patty. Pada 2020 diharapkan angka ini turun menjadi 1%, “kata Musthofa. (*)

By: admin
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentName required Email required Website

Back to top